Pascasarjana UNEJ Kirim Mahasiswa Ke Jepang.

Peningkatan dan pengembangan kualitas serta wawasan Mahasiswa Program Studi Magister Bioteknologi (PSMB) sangat diperlukan untuk mewujudkan Visi dan Misi Program Studi sebagai pusat pengembangan Ilmu di bidang bioteknologi lebih khusus bidang Kesehatan.

Dalam hal ini, Program Studi Magister Bioteknologi telah mengirim Mahasiswa atas nama Dea Ajeng Pravita Suendi, untuk melakukan kegiatan The Research Student Exchange Program 2018 di Department of Biomaterials, Graduate School of Biomedical & Health Sciences, Hiroshima University, Japan, selama tiga bulan (Desember 2018 sd. Februari 2019) yang merupakan tidak lanjut dari MOU antara UNEJ dan Hiroshima University.

Department of Biomaterials, Graduate School of Biomedical & Health Sciences, Hiroshima University menyelenggarakan pembelajaran dan penelitian dasar dan terapan yang berkaitan dengan optimasi kondisi kriopreservasi yang diaplikasikan pada dental pulp-derived mesenchymal stem cells.

Adapun kegiatan yang utama yang dilakukan adalah penyelesaian tugas akhir/tesis dibawah bimbingan Prof. Koichi Kato selaku dekan di School of Dentistry dan Kengo Nakajima, D.D.S., Ph.D. Melakukan isolasi cell, kriopreservasi dan karakterisasi dental pulp-derived mesenchymal stem cells;serta Analisis morfologi, proliferasi, dan differensiasi dental pulp-derived mesenchymal stem cells setelah prosedur kriopreservasi.

Kegiatan ini, diharapkan menjadikan suatu kegiatan realisasi MOU berupa Joint Supervision untuk penyelesaian tesis dan diteruskan untuk Joint Publication.

 

Prof. Won Young Lee dari School of Food Science and Biotechnology Kyungpook National University menjadi Narasumber Kuliah Umum di Pascasarjana Universitas Jember.

Jumat, 2 November 2018, Progam Studi Magister Bioteknologi Pascasarjana Universitas Jember mengadakan kegiatan kuliah umum bersama pemateri Prof. Won Young Lee dari School of Food Science and Biotechnology Kyungpook National University dengan topik 6th Order Industry for Agriculture Society (Which Related with Korea Policy) yang diikuti oleh Dosen dan Mahasiswa Universitas Jember.

Kegiatan ini dibuka oleh Direktur Pascasarjana Prof. Dr. Ir. Rudi Wibowo, MS. kemudian dilanjutkan Ketua Program Studi Magister Bioteknologi Prof. Tri Agus Siswoyo.

Prof. Won Young Lee menyampaikan materi mengenai hasil pertanian dan pengolahannya di Korea.

“Beras merupakan tanaman untuk suplai makanan masyarakat Korea dan secara tradisional, apabila kita makan tanpa nasi berarti kita belum makan.”, ungkapnya.

Seiring peningkatan jumlah warga Korea, nasi dan mie tidak lagi menjadi makanan pokok mereka.

“Warga banyak yang konsumsi dari makanan siap saji dan pergeseran pola diet dari makanan berbasis pati”, katanya.

“Faktor lainnya yaitu berkembangnya minat makan terhadap ayam pedas, sandwich, dan makanan yang dipanggang seperti muffin, kue-kue dan donat telah membuat toko roti di mana-mana di seluruh Korea Selatan”,imbuhnya.

Pemerintah Korea mendukung produsen beras untuk mengembangkan produk makanan seperti makanan penutup atau camilan dari beras .

Setelah pemaparan materi juga dilanjutkan dengan sesi tanya jawab, beberapa dosen dan mahasiswa yang hadir memberikan pertanyaan mengenai topik tersebut. Diakhir penutupan pemaparan materi, Prof. Won Young Lee menyampaikan pentingnya kombinasi dan hubungan dalam mengolah produk hasil pertanian dari bahan mentah, proses pengolahan hingga proses pemasarannya, sehingga nantinya produk hasil pertanian dapat dikelola secara maksimal.

Diakhir kuliah umum kedatangan seorang kolega Prof. Lee dari Kyungpook National University yaitu Prof. Kyung Min Kim yang juga memberikan materi tentang penelitiannya.

PASCASARJANA UNEJ KEMBALI MENOREHKAN PRESTASI INTERNASIONAL ”SILVER AWARD” MELALUI MAHASISWA PROGRAM STUDI MAGISTER BIOTEKNOLOGI.

Bella Rhea Lavifa Sanjaya, mahasiswa Program Studi Magister Bioteknologi Pascasarjana Universitas Jember mengikuti kegiatan pertukaran mahasiswa mulai dari April hingga September 2018 di Prefectural University of Hiroshima Shobara Campus dibawah bimbingan Prof. Shinjiro OGITA, Ph.D.

Dalam Kegiatan tersebut Bella Rhea Lavifa Sanjaya  diberi kesempatan untuk mengikuti beberapa konferensi di luar kampus. Salah satu dari konferensi tersebut adalah The 4th International Conference of Asian Allelopathy Society, yang didalamnya terdapat lomba poster yang dilaksanakan pada 8-10 September 2018 di Tokyo University of Agriculture and Technology, Fuchu, Tokyo, Jepang.

Konferensi internasional tersebut dihadiri oleh banyak Profesor, Mahasiswa Doktor dan Magister yang tidak hanya berasal dari Jepang tapi juga berasal dari Arab, Bangladesh, China, Malaysia, Nepal, Pakistan, Thailand dan Turkey.

Bella Rhea Lavifa Sanjaya Mahasiswa Magister Bioteknologi tersebut merupakan salah satu perwakilan dari Indonesia yang berkesempatan untuk mengikuti presentasi poster dengan judul “Investigation of Allelochemicals Activity of Cassava Leaf and Callus for Genetic Transformation”.

Selama presentasi berlangsung, Bella Rhea Lavifa Sanjaya diuji ada 12 Profesor yang berkompeten dianataranya terdapat penguji rahasia yang menilai . 14 September 2018, Profesor Yoshiharu FUJI, Ph.D selaku ketua komite mengumumkan bahwa Bella Rhea Lavifa Sanjaya mendapatkan “Silver Award”