STUDI INDUSTRI/LAPANG MATA KULIAH ENTERPRENEUR BIOTEKNOLOGI di PTPN 10 GAYASAN AJUNG

Program Studi Magister Bioteknologi Pascasarjana Universitas Jember mengadakan kegiatan studi industri/lapang mata kuliah enterpreneur bioteknologi di PTPN 10 Gayasan Ajung  pada hari Kamis 7 Desember 2017 bersama Dosen Pengampu Prof. Dr. Ir. Rudi Wibowo, M.S.

Kegiatan tersebut berkaitan dengan studi industri/lapang mata kuliah enterpreneur bioteknologi yang dilaksanakan guna memberikan informasi dan wawasan secara langsung mengenai struktural dan kegiatan dalam proses pengelolaan di suatu industri.

Kedepannya diharapkan bisa menjadi suatu acuan dalam berwirausaha yang berbasis teknologi. Kegiatan tersebut dirangkum dengan penyampaian materi dari beberapa manager, mulai dari manager tanaman yang menyampaikan teknik budidaya tanaman tembakau di PTPN 10, Manager pengolahan yang menyampaikan proses pengolahan tembakau setelah proses pemanenan serta proses pemasaran produk PTPN 10 yang di ekspor keluar negeri.

Dalam kesempatan ini kami juga turut aktif dalam memberikan pertanyaan-pertanyaan dari materi yang disampaikan, mulai dari  sistem budidaya tanaman tembakau hingga proses pemasaran dan tawar menawar dengan pihak konsumen luar negeri. Luaran yang kami dapatkan dari kegiatan tersebut adalah kami bisa memperoleh suatu proses dalam mengelola suatu industri yang berbasis teknologi dan pemasaran yang sampai hingga keluar negeri.

” Yang mana proses tersebut tidak mudah dilaksanakan karena diperlukan suatu keterampilan, kerjasama, dan keseriusan dalam mengelolanya ” jelas salah satu Manager.

Harapan dari kami setelah kegiatan tersebut bisa menjadi suatu ilmu keterampilan yang nantinya bisa menjadi bekal setelah lulus dalam membangun enterpreneur dalam bidang teknologi.

Dilaporkan langsung oleh: A Bagus Nur Sudrajat Mahasiswa S2 Bioteknologi Pascasarjana UNEJ

Foto oleh: Reza Anugrah Mulyatama, S.P. Mahasiswa S2 Bioteknologi Pascasarjana UNEJ

Kuliah Pakar Bioteknologi dengan tema “Bioprocessing and Bioengineering”

Kuliah Pakar Bioteknologi dengan tema “Bioprocessing and Bioengineering “

Program Studi Magister Bioteknologi Pascasarjana Universitas Jember  mengadakan kegiatan kuliah pakar dengan tema “Bioprocessing and Bioengineering “ sebagai narasumber Prof. Robert James Seviour La Trobe University and Conjoint Proffesor University of Newscatle, NSW bertempat di gedung CDAST UNEJ.

Dihadapan Mahasiswa Magister Bioteknologi, Magister Agronomi dan  Teknologi Agroindustri Prof. Robert menjelaskan teknik-teknik fermentasi bagi makanan. Fermentasi sendiri terbagi menjadi 2 yaitu Fermentasi secara tradisional dan Fermentasi secara modern serta penggunaan fermentor dan bagian penyusunnya. Selain itu juga dijelaskan bagaimana pembuatan enzim 1-3 dan 1-6 glukanase melalui mikroba.

Prof. Tri Agus Siswoyo Ketua Program Studi Magister Bioteknolologi berharap agar mahasiswa memanfaatkan semaksimal mungkin untuk menyerap ilmu dari narasumber.

“ Semaksimal mungkin kita harus serap ilmu beliau”,ungkapnya.(hr)

DATANG KE JEMBER MERUPAKAN SUATU PILIHAN UNTUK MEMPERDALAM KEILMUAN.

Kiky Chily Arum Dalu Dara Manis Kelahiran Mojokerto 21 April 1995 menginjakan kaki di Jember sekitar tahun 2013, datang ke Jember merupakan suatu pilihan untuk memperdalam keilmuan.

Universitas Jember menjadi pilihan studi Kiky dengan menempuh strata 1 pada Prodi Teknologi Hasil Pertanian Fakultas Teknologi Pertanian.

“Awalnya saya pilih lanjut studi di Universitas Jember karena lingkungan yang sangat mendukung dan situasi yang sangat sejuk,”ujarnya.

Prodi Teknologi Hasil Pertanian mengembangkan dan melestarikan hasil inovasi kreasi IPTEK bidang teknologi pertanian yang berwawasan lingkungan

“ Prodi ini sangat memberikan tantangan bagi saya sehingga saya terus berusaha keras untuk belajar dan belajar,”ungkapnya. Selengkapnya

MAGISTER BIOTEKNOLOGI PILIHAN UNTUK MENGEMBANGKAN TEKNOLOGI

Bagus panggilan akrabnya, warga semboro yang aktif dalam kegiatan sosial, dan pernah mendapat dana hibah program kreatifitas mahasiswa saat strata satu dengan usaha SKSD Stik Ketela Saus Durian ini salah satu dari beberapa calon maba yang mendapat beasiswa UKT dari Universitas Jember.

Cita-cita ingin menjadi pengusaha yang berdikari ( berdiri diatas kaki sendiri, red), dengan merubah  hasil olahan mentah melalui ekstraksi hasil pangan menjadi bahan baru, tak heran calon mahasiswa ini memilih Magister Bioteknologi Program Pascasarjana Universitas Jember Setelah Lulus Strata Satu.

“inginnya jadi pengusaha yang berdikari dengan ilmu saya miliki, untuk mengembangkan hasil pangan berbasis teknologi tepat guna”, katanya.

Peraih IPK dengan kategori memuaskan ini berkeinginan pengembangan ilmu yang didapat tidak hanya mengekstrasi hasil pangan untuk menjadi bahan baru namun dapat merekayasa hasil pangan dengan penambahan hasil dengan metode transgenik.

“eksploring dalam merekayasa bahan pangan itu penting hal tersebut untuk menambah nilai di salah satu unsur yang akan ditambah, untuk memperkuat hasil yang diinginkan” ungkapnya.

Bagus mencontohkan pada penelitian yang pernah ketahui salah satunya jagung sebagai bahan pengganti gula yang digunakan untuk penderita diabetes.

“seperti jagung yang diekstraksi untuk penderita diabetes, disitu diberi tambahan gen baru sehingga jagung aman dikonsumsi”, ungkapnya.(ysk)

Kunjungan Studi Mahasiswa Program Studi Magister Bioteknologi Program Pascasarjana Universitas Jember

23 s.d 25 Nopember 2016 Kunjungan Studi Mahasiswa Program Studi Magister Bioteknologi Program Pascasarjana Universitas Jember menuju BB Biogen dan Pusat Penelitian Bioteknologi, Bioindustri Indonesia di Bogor serta dilanjutkan ke PT. Biofarma (Persero) di Bandung dipimpin langsung oleh Ketua Program Studi Bioteknologi Prof. Tri Agus Siswoyo, Ph.D.

Kegiatan kunjungan studi ini adalah untuk meningkatkan kemampuan dan keterampilan mahasiswa dalam bidang bioteknologi serta memperoleh wawasan berwirausaha dalam bidang bioteknologi, menjalin ikatan kerjasama antara PS . Magister Bioteknologi dan instansi-instansi  yang bergerak dalam bidang bioteknologi.

Alik Ul Rochmana salah satu mahasiswa bioteknologi  mengatakan”  Saat kami sedang berada di pusat penelitian bioteknologi dan bioindustri yang terletak di bogor kami dikenalkan dengan aplikasi hasil-hasil produk bioteknologi yang siap untuk di pasarkan dan sudah produksi skala besar”.

“Meliputi bidang produk makanan, kesehatan, biofertilizer dan lainnya”, ungkapnya.

“Dengan kegiatan ini saya open minded sehingga memiliki pemikiran dan perencanaan ke depan yang lebih luas, bahwa lulusan magister bioteknologi  tidak harus menjadi dosen atau di instansi tertentu namun juga bisa menjadi peneliti yang mampu mengembangkan temuannya menjadi produk keluaran dan bisa di komersialkan”, katanya.

Senada dengan Alik , Retnosari Apriasti, S.P. mengatakan banyak manfaat yang didapat dari kegiatan kunjungan studi ini karena dapat terjun langsung ke instansi-instansi  yang sudah berpengalaman bergerak dalam bidang bioteknologi, sehingga dapat menciptakan suatu ide baru. (hr/dy)